Oleh: dr. Ujang Hermawan
Perjalanan kali ini rasanya seperti sebuah "plot twist" cuaca yang menyenangkan. Niat hati ingin healing sejenak dari rutinitas, saya dan istri memutuskan gas tipis-tipis ke arah Magelang.
Rute kami awali dengan mampir makan siang di Langit Pitu, Selo. Di sini, Gunung Merapi sepertinya sedang malu-malu. Kabut tebal turun menyelimuti, membuat suasana makan siang kami jadi syahdu dan misterius. Dingin, tapi ngangenin.
Sumbing yang Tak Pernah Tidur
Namun, cerita berubah 180 derajat saat roda kendaraan kami memasuki area Silancur Highland, Kaliangkrik.
Kalau di Selo tadi kami ditemani kabut, di sini kami disambut langit biru yang luar biasa bersih! Gunung Sumbing berdiri gagah tepat di depan mata, seolah tiada hentinya menampakkan wujud utuhnya menyambut kedatangan kami.
Benar-benar rezeki! Rasanya seperti gunungnya menggelar "karpet merah" visual buat kami. Duduk santai di pinggir jalan desa saja rasanya sudah mewah sekali.
Bermalam di Bawah Bulan 8 Rajab
Kami memutuskan menginap di Silancur Glamping. Keputusan yang tepat karena kami bisa menikmati pergantian waktu tanpa terburu-buru.
Malam harinya (28 Desember), langit kembali memberi kejutan. Bertepatan dengan malam ke-9 bulan Rajab, bulan separuh (First Quarter) menggantung persis di atas kepala (Zenith).
Sinarnya cukup terang untuk menerangi hamparan kebun sayur, tapi tetap lembut sehingga siluet pegunungan dan gemerlap lampu kota Magelang di bawah sana terlihat kontras dan cantik.
Duduk berdua menikmati kopi panas, ditemani bulan di atas kepala dan lampu kota di bawah kaki... Ah, nikmat mana lagi yang didustakan?
Dan Paginya buka pintu dengan pemandangan wow
| keindahan Gunung Sumbing |
Bersambung: Menembus Awan dengan Jeep!
Apakah perjalanan berakhir di sini? Tentu tidak.
Besok pagi, adrenalin kami akan diuji. Sebuah Jeep wisata sudah kami pesan untuk menjemput pagi-pagi buta. Rencananya, kami akan "menculik" matahari terbit dan menembus jalanan menanjak menuju perkampungan viral Nepal Van Java dan terasering Sukomakmur.
Bagaimana keseruan kami terguncang-guncang di atas Jeep sambil membelah ladang sayur? Tunggu cerita lengkapnya di artikel berikutnya!
0 Komentar