Dalam praktik, tidak jarang ada pasien pria yang datang mengeluhkan rasa ngilu, pegal, atau sensasi berat yang khas di area kantong pelir. Keluhan ini unik, karena biasanya memburuk di sore hari setelah pasien seharian berdiri, bekerja fisik, atau mengangkat beban berat, dan anehnya membaik setelah dibawa tidur. Banyak yang tidak sadar, ini bukanlah sekadar otot kram, melainkan masalah pada sistem perpipaan pembuluh darah yang disebut Varikokel.
Analogi Pipa Drainase Untuk memahami varikokel, mari kita gunakan logika drainase satu arah. Vena di dalam testis bertugas mengalirkan darah kotor (darah sisa metabolisme yang miskin oksigen) kembali naik ke jantung. Agar darah tidak turun lagi karena tarikan gravitasi, vena dilengkapi dengan katup-katup searah.
Pada kasus varikokel, katup-katup ini aus atau rusak. Akibatnya, sistem pembuangan macet.
Efek Samping Kerja Keras Ketika seorang pria melakukan pekerjaan berat—seperti mengangkat barang, mendorong, mengejan, atau sekadar berdiri berjam-jam—tekanan di dalam rongga perutnya meningkat drastis. Karena katup venanya sudah "jebol", tekanan dari perut ini langsung menekan ke bawah. Darah yang seharusnya naik justru putar balik dan menggenang di testis. Pembuluh darah pun membengkak seperti kumpulan cacing (bag of worms).
Rasa ngilu yang muncul sangat beralasan. Genangan darah vena ini membuat suhu lokal meningkat dan jaringan mengalami kekurangan oksigen segar (hipoksia). Testis seolah terendam dalam cairan sisa pembakaran mesin tubuh yang memicu saraf nyeri di sekitarnya.
Apa Langkah Pertamanya? Bagi Anda yang sering mengalami hal ini, konsep pertolongan pertamanya adalah lerem (mengistirahatkan diri) dan memanfaatkan gravitasi. Rebahkan tubuh Anda, lalu posisikan panggul dan kaki sedikit lebih tinggi dengan bantuan bantal. Posisi ini membantu mengalirkan genangan darah kotor kembali ke arah jantung secara mekanis.
Namun, jika rasa ngilu ini rutin kambuh dan mengganggu pekerjaan, jangan diabaikan. Kondisi yang dibiarkan dalam jangka panjang bisa berdampak pada kualitas reproduksi karena suhu lingkungan testis menjadi tidak ideal. Jangan ragu untuk memeriksakannya lebih lanjut untuk penanganan yang tepat.

0 Komentar