| cara membaca hasil tes Sperma |
Bagi para suami pejuang garis dua, momen menerima amplop hasil Analisa Sperma adalah momen yang paling bikin deg-degan.
Begitu dibuka, isinya angka-angka rumit dan istilah asing: Oligozoospermia, Asthenozoospermia, Teratozoospermia. Bacanya saja susah, apalagi memahaminya.
Banyak pasien pria datang ke saya dengan wajah murung, merasa divonis "mandul" hanya karena melihat angka merah di kertas itu.
Tunggu dulu, Pak. Angka di kertas itu bukan vonis mati. Itu hanya Laporan Kinerja Pabrik Anda saat ini. Dan kabar baiknya: Pabrik itu bisa diperbaiki!
Mari kita bedah 3 Poin Utama dalam tes sperma menggunakan logika sederhana.
1. JUMLAH (Concentration): Masalah Pasukan
Istilah Medis: Oligozoospermia (Jika kurang)
Bayangkan Anda mau menyerang benteng pertahanan lawan (Sel Telur). Tentu butuh pasukan yang banyak karena perjalanan ke sana sangat berat.
Angka Normal: Minimal 15 Juta sperma per mililiter.
Cara Baca:
Kalau angkanya di atas 15 juta: Aman. Pasukan cukup.
Kalau di bawah 15 juta (Oligo): Kurang Pasukan.
Kalau Nol (Azoospermia): Tidak ada pasukan sama sekali yang keluar.
Penyebab Rendah: Biasanya pabriknya (testis) kurang nutrisi, hormon testosteron rendah, atau pabriknya kepanasan (sering pakai celana ketat/varikokel).
2. GERAKAN (Motility): Masalah Bensin
Istilah Medis: Asthenozoospermia (Jika malas bergerak)
Punya 100 juta pasukan percuma kalau semuanya Magende (Males Gerak) alias cuma rebahan di tempat. Sperma harus berenang maraton sejauh 15-18 cm untuk sampai ke sel telur. Bagi sperma yang ukurannya mikroskopis, itu sama seperti manusia berenang melintasi Selat Sunda!
Cara Baca (Lihat PR / Progressive):
Progressive Motility (PR): Ini sperma juara. Berenangnya lurus, cepat, ngebut ke depan. (Minimal harus 32%).
Non-Progressive (NP): Sperma yang hidup tapi cuma muter-muter di tempat (seperti kehilangan arah).
Immotile: Sperma yang diam saja (mogok atau mati).
Kalau Progressive-nya rendah (Astheno), berarti sperma Bapak Kehabisan Bensin. Energinya tidak cukup untuk sampai garis finis.
3. BENTUK (Morphology): Masalah Kualitas Produk
Istilah Medis: Teratozoospermia (Jika banyak yang cacat)
Ini yang paling sering bikin kaget. "Dok, kok yang normal cuma 4%? Berarti 96% cacat dong? Anak saya bakal cacat?"
Tenang Pak. Standar WHO memang ketat.
Sperma normal itu harus sempurna: Kepalanya lonjong (buat nembus telur), lehernya kuat, ekornya panjang lurus.
Angka Normal: Minimal 4% bentuk sempurna (Strict Criteria).
Cara Baca:
Kalau yang normal di atas 4%: Lulus Quality Control.
Kalau di bawah 4% (Terato): Banyak produk gagal (kepala dua, ekor pendek, kepala gepeng).
Sperma cacat TIDAK BISA membuahi sel telur. Jadi jangan takut punya anak cacat, karena sperma cacat otomatis kalah lomba lari. Masalahnya cuma satu: saingannya jadi sedikit.
Kesimpulan: Kombinasi "OAT"
Seringkali pasien mengalami ketiganya sekaligus: Oligo-Astheno-Terato-zoospermia (OAT).
Jumlah sedikit.
Gerak lambat.
Bentuk jelek.
Apakah Bisa Diperbaiki? SANGAT BISA.
Ingat, pabrik sperma memproduksi barang baru setiap hari. Siklus pembentukan sperma dari nol sampai siap tempur butuh waktu ± 75 Hari (2,5 Bulan).
Hasil lab hari ini adalah cerminan gaya hidup Bapak 3 bulan lalu.
Jika Bapak mulai memperbaiki gaya hidup hari ini (berhenti merokok, kurangi begadang, minum nutrisi herbal/kopi stamina yang tepat), maka 3 bulan lagi Bapak akan memanen sperma "Generasi Baru" yang jauh lebih sehat.
Jangan minder lihat kertas hasil lab. Jadikan itu motivasi untuk renovasi pabrik!
Konsultasikan strategi perbaikan kualitas sperma Anda sekarang.
(Praktisi Medis & Herbal)
kontak https://linktr.ee/thenakulo
0 Komentar