Strategi Cerdas Pasien Kanker: Hemat Biaya Medis dengan BPJS, Investasikan Uang Anda untuk Stamina & Kualitas Hidup


 Kanker: Penyakit "Mahal" yang Ditanggung Negara Kita semua sepakat, kanker adalah salah satu penyakit dengan biaya pengobatan paling tinggi di dunia. Satu siklus kemoterapi, radiasi, hingga operasi pengangkatan tumor bisa menelan biaya puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Beruntunglah kita di Indonesia memiliki fasilitas BPJS Kesehatan. Beban biaya medis yang luar biasa berat itu sudah diambil alih oleh negara. Anda tidak perlu menjual rumah atau tanah hanya untuk membayar biaya kemoterapi di Rumah Sakit.

Namun, pertanyaan besarnya adalah: Jika biaya medis sudah gratis, ke mana seharusnya alokasi dana kesehatan keluarga Anda diarahkan?



Celah Kosong yang Tidak Ditanggung BPJS BPJS menanggung biaya "perang" melawan sel kanker (obat kemo, operasi). Tapi, seringkali BPJS tidak menanggung biaya untuk "mempertahankan benteng pertahanan" tubuh Anda.

Efek samping pengobatan kanker sangat keras. Rambut rontok, mual hebat, nafsu makan hilang, hingga kulit menghitam adalah pemandangan umum. Lebih parah lagi, sering terjadi kasus pasien gagal kemo atau jadwalnya ditunda oleh dokter RS.

Alasannya? Saat cek darah, kadar Leukosit atau Trombosit pasien drop (anjlok). Tubuh dianggap tidak kuat menerima obat. Akibatnya? Pasien disuruh pulang. Antri lagi minggu depan. Padahal, sel kanker tidak pernah libur menyebar.

Solusi Cerdas: Investasi di "Tameng Tubuh" Di sinilah letak strategi cerdas pasien kanker modern. Karena Anda sudah hemat ratusan juta untuk biaya RS, gunakan sebagian kecil dana tersebut untuk membangun Tameng Tubuh lewat pendampingan Herbal Medis Terstandar.

Di tempat praktek saya, dr. Ujang Hermawan, kami menerapkan metode Integrative Medicine (Pengobatan Terpadu). Kami tidak menyuruh Anda berhenti ke dokter onkologi BPJS. Justru kami mempersiapkan "karpet merah" agar pengobatan medis Anda berjalan mulus.

Fungsi herbal medis yang saya resepkan adalah:

  1. Menjaga Kadar Darah: Memastikan Leukosit dan Trombosit tetap stabil sehingga jadwal kemo tidak pernah tertunda.

  2. Meringankan Efek Samping: Mengurangi mual dan lemas, sehingga pasien tetap bisa makan enak dan beraktivitas.

  3. Melindungi Organ Vital: Menjaga Liver dan Ginjal dari kerasnya residu obat kimia.

Hitungan Ekonomisnya Sederhana Bayangkan skenario ini:

  • Biaya Kemo & Operasi: Rp 0 (Gratis ditanggung BPJS).

  • Biaya Herbal Pendamping: Terjangkau (Investasi Mandiri).

  • Hasil: Kanker dihambat medis, Tubuh tetap bugar dan kuat.

Bandingkan dengan pasien yang hanya mengandalkan medis tanpa support system: Biaya gratis, tapi tubuh "remuk", sering tunda jadwal karena drop, dan kualitas hidup menurun drastis.

Penutup Jadilah pasien yang cerdas. Manfaatkan fasilitas negara sebaik-baiknya untuk tindakan medis, tapi jangan pasrah soal kualitas hidup. Tubuh Anda adalah aset satu-satunya untuk berjuang, maka berikan nutrisi dan perlindungan terbaik.

Ingin konsultasi pendampingan kanker agar kemoterapi lancar dan badan tetap bugar?



Silakan berkunjung ke praktek kami: Dr. Ujang Hermawan 📍 Perumahan Nirwana Residence, Paulan, Colomadu.

Posting Komentar

0 Komentar

Kopi DayaXtra