Ternyata Tubuh Kita Punya "AI" Sendiri: Mengungkap Cara Kerja Herbal & Refleksi Mengaktifkan Dokter Pribadi Anda

 


Zaman sekarang, semua orang bicara soal AI (Artificial Intelligence) atau Kecerdasan Buatan. Mulai dari ChatGPT sampai mobil pintar, semuanya serba otomatis. Tapi tahukah Anda? Jauh sebelum komputer diciptakan, Tuhan sudah menanamkan teknologi "AI" yang jauh lebih canggih di dalam tubuh manusia.

Bedanya, AI di tubuh kita bukan Artificial (Buatan), tapi Alami atau Asli Intelligence.

Dalam bahasa medis, kita menyebutnya Homeostasis atau Sistem Imun. Dalam bahasa iman, ini adalah Sunatullah.

Apa Itu "AI" dalam Tubuh Manusia?

Coba bayangkan. Saat kulit Anda tergores pisau, apakah Anda perlu memerintah sel darah untuk membeku? Tidak. Saat ada virus masuk, apakah Anda perlu mengetik kode agar sel darah putih menyerang? Tidak.

Tubuh Anda punya "sistem cerdas" otomatis yang bekerja 24 jam. Ia mendeteksi kerusakan (scanning), mengirim pasukan perbaikan (repairing), dan membuang sampah sisa pertempuran (detox). Itulah AI alami Anda. Dokter terhebat sebenarnya ada di dalam diri Anda sendiri.

Lalu, Kenapa Kita Bisa Sakit?

Sakit terjadi ketika "AI Tubuh" Anda mengalami hang, error, atau kewalahan.

Mungkin karena terlalu banyak "sampah data" (racun makanan/pengawet), serangan "virus" yang terlalu kuat, atau "kabel" saraf yang korslet karena stres. Akibatnya, sistem penyembuhan mandiri itu macet.

Di sinilah peran saya sebagai dokter yang menggunakan metode Herbal dan Refleksi. Saya tidak menyembuhkan Anda, saya hanya "Teknisi" yang membantu me-REBOOT sistem AI Anda agar bekerja kembali.

1. Herbal: "Update Software" dan "Antivirus" Alami

Banyak yang bertanya, kenapa herbal butuh waktu dan sering ada reaksi tidak nyaman (detoks) di awal?

Obat kimia seringkali bekerja dengan "mematikan alarm" (menghilangkan nyeri sesaat). Tapi Herbal bekerja dengan memberikan data nutrisi ke sel tubuh.

  • Zat aktif dalam herbal ibarat coding atau script pemograman yang masuk ke DNA sel.

  • Ia memberitahu AI tubuh: "Hei, ini ada sel kanker, tolong dihancurkan," atau "Hei, ini ada racun di liver, ayo dibuang."

  • Proses mual atau pusing saat awal minum herbal seringkali adalah tanda bahwa AI tubuh sedang melakukan "bersih-bersih file sampah" (detoksifikasi) secara masif.

2. Refleksi Perut: Menekan Tombol "Reset" pada Hardware

Penelitian medis modern menyebut usus sebagai The Second Brain (Otak Kedua). Ini sangat sejalan dengan metode yang saya terapkan bertahun-tahun. Perut adalah sentral energi.

Saat saya melakukan terapi pijat atau refleksi di area perut, dan pasien merasa sakit "seperti disilet" atau nyeri tekan, itu tandanya ada kabel yang macet.

  • Pijatan saya bertujuan untuk mendobrak sumbatan itu.

  • Ibarat komputer yang sedang hang, pijatan di titik kunci perut adalah tombol RESET.

  • Begitu sumbatan terbuka, sinyal saraf dari perut ke otak dan ke seluruh organ kembali lancar.

  • Hasilnya? BAB lancar, tidur nyenyak, dan badan enteng. Itu tanda sistem Anda sudah online dan berjalan normal kembali.

Kesimpulan

Jangan remehkan kecerdasan tubuh Anda sendiri. Kesembuhan penyakit berat seperti kanker, kista, atau keberhasilan program hamil, sejatinya terjadi karena "AI" dalam tubuh Anda berhasil diaktifkan kembali.

Tugas saya lewat ramuan herbal dan sentuhan refleksi hanyalah memfasilitasi proses Sunatullah tersebut. Percayakan pada prosesnya, biarkan tubuh Anda bekerja, dan nikmati kesembuhannya.


kontak dr Ujang Hermawan dll https://linktr.ee/thenakulo

Posting Komentar

0 Komentar

Kopi DayaXtra