Terlalu Kurus Sulit Hamil, Terlalu Gemuk Juga Susah? Ini Penjelasan Medisnya

apakah saya bisa hamil



Pernahkah Anda mendengar mitos: "Ah, kamu susah hamil karena terlalu gemuk, diet sana!" atau sebaliknya, "Kamu terlalu kurus, makan yang banyak biar subur!"?

Seringkali komentar seperti ini dianggap body shaming. Padahal, dalam dunia medis dan program hamil, berat badan memang memegang kunci penting. Bukan soal penampilan fisik, melainkan soal Keseimbangan Hormon.

Sebagai dokter yang menangani program hamil dengan pendekatan holistik, saya sering menemui dua kutub ekstrem ini. Mari kita bedah apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh wanita yang terlalu kurus dan terlalu gemuk, serta bagaimana solusinya.

Cek Dulu BMI Anda

Sebelum panik, mari kita hitung Body Mass Index (BMI) atau Indeks Massa Tubuh. Rumusnya sederhana:

Berat Badan (kg) dibagi Tinggi Badan kuadrat (m²).

  • Kurus (Underweight): BMI di bawah 18,5

  • Ideal: BMI 18,5 – 22,9

  • Gemuk (Overweight): BMI 23 – 29,9

  • Obesitas: BMI di atas 30

Nah, kenapa yang berada di dua ujung ekstrem (Kurus & Gemuk) sering mengalami masalah kesuburan?


1. Wanita Terlalu Kurus: Tubuh dalam "Mode Hemat Baterai"

Banyak wanita berpikir tubuh langsing ala model itu sehat. Tapi bagi sistem reproduksi, terlalu kurus (lemak tubuh sangat sedikit) adalah tanda bahaya.

Tubuh manusia itu pintar. Ia punya prioritas energi. Prioritas utamanya adalah menjaga jantung berdetak dan otak bekerja. Hamil dan menyusui dianggap sebagai "aktivitas mewah" yang boros energi.

Ketika lemak tubuh Anda terlalu sedikit, otak membaca situasi ini sebagai Kondisi Darurat (Kelaparan).

Ibarat Smartphone yang baterainya tinggal 5%, sistem akan otomatis mematikan aplikasi berat (seperti GPS atau Kamera) supaya HP tidak mati total.

Di tubuh Anda, aplikasi yang dimatikan itu adalah Sistem Reproduksi.

  • Otak berhenti mengirim sinyal hormon ke indung telur.

  • Telur tidak dimatangkan.

  • Haid menjadi tidak teratur atau berhenti sama sekali (Amenore).

Solusinya: Bukan sembarangan makan gorengan/lemak jahat. Tapi memperbaiki nutrisi dengan protein dan lemak sehat agar tubuh merasa "aman" untuk hamil kembali.


2. Wanita Terlalu Gemuk: Banjir Hormon & Dominasi Estrogen

Di sisi lain, kelebihan lemak tubuh juga menjadi musuh kesuburan. Perlu diketahui, lemak bukan sekadar cadangan energi yang menempel di perut. Sel Lemak adalah Kelenjar Hormon Aktif.

Sel lemak memproduksi hormon Estrogen.

  • Jika lemak tubuh berlebih = Pabrik Estrogen bekerja lembur = Banjir Estrogen.

  • Padahal, untuk bisa hamil, hormon harus seimbang naik-turunnya.

Jika tubuh selalu dibanjiri Estrogen tinggi, otak jadi bingung. Sinyal untuk mematangkan telur jadi kacau. Inilah yang sering memicu kondisi PCOS (Polycystic Ovary Syndrome), di mana sel telur gagal matang dan hanya menjadi gelembung-gelembung kecil. Selain itu, obesitas sering memicu Resistensi Insulin, yang membuat kualitas sel telur menurun drastis.

Solusinya: Bukan diet kelaparan yang menyiksa. Tapi mengatur pola makan untuk menurunkan peradangan (inflamasi) dan memperbaiki metabolisme gula darah.


3. Kasus Unik: Kurus tapi PCOS ("Lean PCOS")

"Dok, saya kurus, kok dibilang PCOS?"

Jangan salah, ada juga wanita kurus yang mengalami gangguan hormon seperti wanita gemuk. Biasanya ditandai dengan wajah berminyak, jerawat, atau bulu badan berlebih.

Ini membuktikan bahwa masalahnya bukan hanya di timbangan, tapi di Metabolisme Sel. Meskipun badannya kurus, tapi di dalam tubuhnya terjadi kekacauan insulin dan hormon androgen (hormon laki-laki).


Kesimpulan: Fokus pada SEHAT, Bukan Angka

Dalam praktik saya sehari-hari menggunakan terapi herbal dan pendekatan medis, tujuannya bukan sekadar membuat pasien kurus jadi gemuk, atau pasien gemuk jadi kurus.

Tujuannya adalah HOMEOSTASIS (Keseimbangan).

  • Bagi yang Kurus, kita berikan asupan herbal yang memperbaiki penyerapan nutrisi dan melancarkan aliran darah ke rahim, memberi sinyal ke otak bahwa "Logistik Aman".

  • Bagi yang Gemuk, kita bantu detoksifikasi kelebihan hormon dan perbaiki sensitivitas insulin agar sel telur bisa bernapas lega.

Tubuh Anda adalah rumah bagi calon buah hati. Pastikan rumah itu nyaman, tidak kekurangan bahan bakar, tapi juga tidak kebanjiran.

Ingin tahu di mana posisi tubuh Anda dan apa strategi herbal yang tepat?

Mari diskusikan masalahnya sampai ke akar, bukan sekadar minum obat.

Salam Sehat,

Dr. Ujang Hermawan

(Praktisi Medis & Herbal)


kontak https://linktr.ee/thenakulo

Posting Komentar

0 Komentar

Kopi DayaXtra