"Anak Telat Bicara, Apakah Pasti Autis? Orang Tua Wajib Tahu Bedanya Sebelum Panik!"

 


"Dok, anak tetangga umur 2 tahun sudah nyanyi-nyanyi, kok anak saya masih diam saja? Jangan-jangan autis?" Pertanyaan ini makin sering masuk ke DM dan ruang praktik saya. Wajar Ayah Bunda cemas, apalagi melihat angka kasus autis yang diberitakan meningkat. Tapi, Tunggu dulu. Jangan buru-buru memvonis buah hati sendiri. Tidak semua keterlambatan bicara (Speech Delay) itu Autisme. Yuk, kita bedah bedanya bareng-bareng.

Poin Utama :

A. Kuncinya Ada di "Kontak Mata" & "Interaksi" Jelaskan bahwa anak Speech Delay murni biasanya:

  • Masih menatap mata saat diajak ngobrol.

  • Masih menengok saat dipanggil namanya.

  • Bisa menunjuk (pointing) kalau mau sesuatu ("Ma, itu!").

  • Sedangkan pada Autisme (ASD), anak cenderung asyik dengan dunianya sendiri, minim kontak mata, dan kalau mau sesuatu biasanya menarik tangan orang tua (bukan menunjuk).

B. Fenomena "Autisme Layar" (Screen Dependency) . 

"Zaman sekarang ada istilah Pseudo-Autism atau gejala menyerupai autis. Penyebabnya? Gadget. Anak yang terpapar HP sejak bayi bisa jadi cuek dan telat bicara karena komunikasi satu arah. Kabar baiknya: Jika gadget disetop total dan distimulasi, biasanya mereka 'sembuh' dan mengejar ketertinggalannya dengan cepat."

C. Perhatikan Gerakan Berulang (Stimming) Jelaskan ciri khas autisme lain: gerakan repetitif (mengepakkan tangan, berputar-putar, menata mainan berbaris rapi) yang tidak lazim pada anak speech delay biasa.

Penutup: "Jadi, kalau anak telat bicara, langkah pertamanya bukan panik, tapi DETOKS GADGET dan perbanyak ngobrol. Jika masih ragu, segera konsultasikan ke Klinik Tumbuh Kembang. Jangan diagnosa sendiri lewat Google ya!"

Posting Komentar

0 Komentar

Kopi DayaXtra