Sering Nyetir & Puasa Bikin BAB Berdarah? Ini Solusi Cerdasnya!


Nyetir & Puasa Bikin BAB Berdarah? Ini Solusi Cerdasnya!

Pernahkah Anda merasa sudah menjaga pola makan, tinja pun terasa lunak, tapi mendadak ada darah segar yang menetes di akhir buang air besar (BAB)? Jika ya, Anda tidak sendirian. Apalagi di bulan puasa seperti sekarang, bagi Anda yang punya mobilitas tinggi dan sering menyetir jarak jauh, risiko ini meningkat drastis.

Sebagai dokter yang sudah berkecimpung di dunia pengobatan herbal dan refleksi selama bertahun-tahun, saya ingin membagikan beberapa tips praktis untuk mengatasi masalah "Vaskular" ini tanpa harus panik.

Mengapa Darah Keluar Meski Tinja Lunak?

Masalah utama seringkali bukan pada pencernaan, melainkan pada tekanan mekanis. Saat Anda duduk statis di kursi kemudi dalam waktu lama (misalnya lebih dari satu jam), terjadi bendungan aliran darah di area panggul. Ditambah kondisi puasa yang membuat tubuh cenderung kekurangan cairan (dehidrasi vaskular), dinding pembuluh darah vena di area anus menjadi lebih tipis dan mudah pecah saat ada tekanan kontraksi terakhir saat BAB.

Langkah Cerdas Pemulihan (Recovery):

  1. Istirahat dari Kursi Kemudi

    Jika pendarahan mulai terjadi, sinyal tubuh sudah jelas: Berhenti menyetir sementara! Tekanan statis saat duduk di mobil adalah musuh utama pemulihan pembuluh darah Anda.

  2. Gunakan Kursi Ergonomis (Model Cekung)

    Jika harus duduk di rumah, pilihlah kursi dengan model cekung. Desain ini membantu mendistribusikan berat badan ke paha dan tulang duduk, sehingga tidak menekan langsung area rektum yang sedang meradang.

  3. Latihan Posisi Tengkurap

    Ini adalah cara sederhana namun sangat efektif. Dengan tengkurap, Anda menghilangkan tekanan gravitasi pada area anus, membantu aliran darah balik lebih lancar, dan mempercepat pengempisan bengkak pada wasir.

  4. Optimalkan Cairan & Nutrisi Pendukung

    • Hindari Teh & Kopi Pekat Sementara: Kandungan kafein bersifat diuretik yang menarik cairan keluar, membuat pembuluh darah makin rapuh saat puasa.

    • Manfaatkan sayur dan herbal: Kandungan quercetin dan serat serta kandungan lainnya sangat baik untuk memperkuat elastisitas dinding pembuluh darah dari dalam.

  5. Waktu Pemulihan

    Ingat, dinding pembuluh darah yang pecah butuh waktu sekitar 12 hingga 48 jam untuk menutup luka secara sempurna. Berikan tubuh Anda waktu untuk pulih sebelum kembali beraktivitas berat.

Sehat itu investasi, dan terkadang obat terbaik adalah mendengarkan sinyal dari tubuh kita sendiri. Salam sehat dan tetap semangat menjalankan ibadah puasa!

Dr. Ujang Hermawan

Praktek di Paulan Nirwana Residence, Colomadu



Posting Komentar

0 Komentar

Dokteru 2