Sowan ke Pantai Selatan: Jurnal Dolanan Pacitan, Protokol Hujan Rintik, dan Ombak yang Menjawab Sapaan

 


Kadang-kadang, resep paling manjur untuk menjaga kewarasan dari rutinitas praktek sehari-hari bukanlah obat-obatan medis, melainkan ngegas cari udara segar. Alias touring!

Minggu kemarin, saya bersama Ibu Negara dan anak bujang memutuskan untuk satset melakukan perjalanan "Jurnal Dolanan" ke pesisir selatan, tepatnya ke Pacitan. Berbekal niat healing, Innova Reborn yang nyaman, plus sopir yang kebetulan jago merangkap jadi guide, kami berangkat dari Colomadu jam 05.30 pagi. Tentu saja, ritual wajib mampir sarapan Pecel Mbah Nardi di Wonogiri tidak boleh terlewat.

Perjalanan ke Pacitan kali ini bukan sekadar liburan biasa, tapi rasanya seperti sedang sowan atau kunjungan kenegaraan ke wilayah "Ibu" (Kanjeng Ratu). Dan benar saja, alam memberikan sambutannya dengan cara yang sangat unik.

1. "Protokol VIP" di Pegunungan Karst Saat memasuki area perbukitan menuju pesisir, tiba-tiba turun hujan rintik sebentar, padahal cuaca sebelumnya cerah. Kalau pakai kacamata sains, ini murni hujan orografis—udara lembap dari laut menabrak tebing dan terkondensasi.

Tapi, buat yang paham kearifan lokal, hujan rintik sejenak saat berangkat sowan ke laut selatan ini adalah "Protokol Penyambutan VIP". Ibaratnya, itu adalah tirai air yang sengaja diturunkan sebentar untuk membasuh debu perjalanan, agar tamu masuk ke pesisir dengan energi yang bersih. Mengingat "sejarah" saya dulu yang pernah memulangkan warga pesisir selatan yang nakal nahan pasien di Pelabuhan Ratu (baca cerita lama saya di blog ini tahun 2017), sepertinya kedatangan rombongan kami memang sudah dikasih clearance keamanan jalur langit!

2. Kali Cokel: Rezeki Datang Pagi Sopir kami mencoret Pantai Maron dari daftar dan mengarahkan kami ke Kali Cokel. Keputusan yang joss! Karena kami sampai pagi hari (jam 8-9), air laut sedang pasang naik. Kali Cokel yang merupakan estuari (muara) ini airnya penuh dan sangat jernih. Perahu kami bisa melaju mulus dari sungai tembus langsung ke lautan lepas Samudra Hindia.

Pemandangannya? Luar biasa, langsung menghadap bukit-bukit Pantai Kasap yang eksotis bak Raja Ampat. Kasihan rombongan wisatawan yang baru datang siang hari. Saat laut surut, air sungai ikut tertarik, perahu pun kandas dan cuma bisa muter-muter di area sungai yang dangkal. Di sini timing adalah koentji!

3. "Pawang Ombak" di Pantai Buyutan Puncak perjalanan kami adalah Pantai Buyutan di sore hari. Pasir puti

hnya bersih, tebing Dewa Ruci-nya gagah berdiri. Di sini, terjadi satu momen komunikasi alam yang terekam kamera Samsung FE andalan saya.

Saya mencoba membuat garis pembatas di hamparan pasir yang lumayan jauh dari bibir pantai berair. Ibarat menyapa sang empunya kawasan, saya membatin agar ombaknya menyapu garis tersebut. Ternyata, air laut benar-benar merespons! Gulungan ombak perlahan naik, merayap dengan elegan, dan buih putihnya berhenti tepat menyapu garis yang saya buat sebelum akhirnya kembali ke laut. Sebuah salam balasan yang sangat ramah dari penguasa Laut Selatan! (Bisa cek videonya di Instagram saya).

Tips Sukses Touring Pacitan ala Dokteru2:

  • Berangkat Pagi: Jam 05.30 adalah waktu ideal. Mengejar air pasang di Kali Cokel itu hukumnya wajib.

  • Sewa Sopir Berpengalaman: Menyerahkan kemudi pada ahlinya bikin kita bisa simpan tenaga. Waktu pulang ke Colomadu, penumpang bisa tidur nyenyak, dan saya bisa merampungkan editing video konten Instagram dari dalam mobil yang sedang melaju. Satset tanpa lempoh!

  • Bawa Kamera yang Pas: Tidak perlu alat berat. Smartphone dengan prosesor warna yang bagus dan stabil (kayak Samsung FE saya) sudah cukup buat rekam memori sejernih aslinya.

  • Hormati Kearifan Lokal: Alam punya caranya sendiri untuk berkomunikasi. Datang dengan niat baik, jaga kebersihan, dan nikmati harmoni alamnya.

Alhamdulillah, perjalanan sowan ke Pacitan sukses besar. Pikiran kembali segar, siap melayani pasien di tempat praktek besok pagi. Buat rekan-rekan sejawat FK UGM 93, kapan nih kita jadwalkan konvoi ke sini?

*** Tags: #TouringPacitan #PantaiKasap #KaliCokel #PantaiBuyutan #KearifanLokal #DokterBercerita #Healing #Colomadu #JurnalDolanan

Posting Komentar

0 Komentar

Dokteru 2